“Infotaiment Ghibah” yakni memperbincangkan dan menggunjing kejelekan privaty orang lain dimuka umum telah menuai kritik yang tajam. Pro kontra merebak kemana mana, namun sampai saat ini nampaknya belum membuahkan hasil yang nyata. Ghibah yang belum jelas kebenaranya kemudian diexpose berturut turut dan berlarut larut maka akan berevolosi menjadi “Kambing Hitam”. Jika telah menjadi kambing hitam dampaknya jauh lebih kejam, lebih heboh, lebih dahsyat daripada Ghibah. Kambing hitam sulit disentuh oleh fatwa Ulama` atau fatwa agamawan karena kambing hitam adalah “samar”. Kesamaranya “Kambing Hitam” sulit  dijangkau oleh pikiran awam, pembuktianyapun membutuhkan waktu yang panjang.

Era tahun `80an sering diketemukan berita kelam berwujud “PKI”. Dan ditahun `90an banyak muncul berita ghibah  berwajah “babi ngepet”, “tuyul”, “kolor ijo”, “santet”. Terciptalah instabilitas keamanan selanjutnya setelah situasi kondusif terbitlah korban nama nama ekor “Kambing Hitam”nya. (lagi…)

Tulisan ini hanyalah persaksian penulis terhadap sebagaian kecil dari aktifitas KH Abdurrahman Wahid, bila dalam perbandingan hanyalah setitik debu didalam makrokosmos bintang bintang. Namun pengalaman bersama Gus Dur  penulis banggakan sepanjang masa. Mendengar dari dongeng Mbah saya tentang Tebuireng, tentang perjuanganya dan tentang karomahnya KH Hasym As`ary dari penyaksianya semenjak Mbah nyantri sampai mengabdikan hidupnya di Pondok Pesantren Tebuireng memformat pikiran saya untuk bisa mengabdi kepada Gus Dur.

Penulis kagum dengan Gus Dur sama halnya dengan penghormatan warga NU terhadap kiyai dan putra putrinya. Rasa ta`dlim itu bagaian dari budaya nahdliyin terhadap Ulama’ atas jasa jasanya kiyai yang memberi pengayoman batin ditengah tengah masyarakat. Kebetulan penulis pernah menjabat sekretaris MWC NU Diwek dan ikut menjadwal kegiatan pengajian rutin selasa legi (selapanan) rolling disetiap desa sewilayah kecamatan Diwek.

Diawali ziarah ke Wali Sembilan kemudian silaturrohmi ke Ciganjur setelah itu sering sowan dengan orang orang khusus yang menerima perintah Gus Dur. Hanya sekedar berbagi cerita kemudian ke PBNU dan selanjutnya (lagi…)

Disaat Bulog Gate tahun 2000 menggelinding dengan arah memantul kesana kemari seperti bola liar yang mengejutkan saya ikut ikutan jadi ketir ketir seperti kehilangan barang yang berharga. Tidak jelas barang berharga apa yang ketlisut . Rasanya seperti sedang bermimpi indah ketemu dengan janda kembang kemudian terhenti seketika karena terbangunkan oleh suara gaduh. Maka “ketragal” dari mimpi indah itu menjadi kecewa berat, linglung dan resah. Seakan ingin tertidur lagi untuk meneruskan mimpi bertemu dengan janda kembang tadi, meskipun tertidur pulas, mimpi itu tiada kunjung datang. Demikian itu akibat dari berlebihan merasa memiliki Gus Dur, orang Jombang kok bisa jadi Presiden. Sehingga segala berita yang menyudutkan presiden, seolah olah perasaan hati ikut tersudut pula. Hampir sama dirasakan oleh banyak orang sekarang ini dengan munculnya Century Gate.

Meski penulis tidak memiliki uang sesenpun di Bank Century, namun karena dibail out oleh pemerintah 6,7 T maka menjadi kasus yang berpendar kemana mana. Bukan saja persoalan uang tapi juga menyulut perseteruan antara KPK Vs POLRI yang kemudian menjurus kejaringan hitam mafia peradilan. Bulog Gate dan Century Gate berada di dua ruang yang berbeda. Bila Bulog Gate terkait langsung dengan mantan Presiden Abdur Rahman Wahid, sedangkan Century Gate berada di second line Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Persamaanya (lagi…)

the-jama-masjid-in-old-delhi-the-largest-mosque-in-india-built-by-shah-jahan-delhi-india-photographic-print-c12893045Memancing ikan adalah hobi yang tidak semua orang menyukai, sebagian orang meremehkan hobi tersebut, padahal jika pelaku pemancing ikan bisa testimoni seperti testimoninya mantan ketua KPK Antasari Azhar, maka ahli memancing ikan akan mampu menyampaikan betapa indahnya memancing ikan, terutama disaat umpannya di telan oleh ikan.

Pengalaman memancing hampir mirip dengan pengalaman kebiasaannya hamba Allah yang suka dengan ibadah puasa. Apakah puasa sunat ataupun puasa ramadhan. Berlama-lama asyik dengan kail ditangan kemudian hatinya terkejut disaat umpannya disantap ikan, identik dengan orang yang berpuasa berlama-lama dalam kehausan dan menahan lapar kemudian mendengar suara adzan maghrib berkumandang.

Tentu keindahan pengalaman memancing akan menjadi keindahan tersendiri bagi pelakunya. Demikian juga berpuasa, kenikmatannya tidak bisa dirasakan oleh orang yang tidak berpuasa. Pengalaman itulah “bagaian” artikulasi Anta’ budullaha Ka Annaka Tarohu. Sebuah pengalaman indah hamba Allah yang bisa menyaksikan atau merasakan dzat Allah.

Beribadahlah kepada Allah seolah-olah dirimu berhadapan dengan Allah. Arti “Al-Ihsan” dari hadits rosulullah disampaikan kepada para sahabat saat itu, sederhana di lisan namun sulit dilaksanakan. Dalam hadits tersebut diberikan solusi Fainlam Takun Tarohu Fainnahu Yaroka. Yaitu jika kita tidak bisa “memandang” Allah, maka berusahalah seolah-olah kita sedang diperhatikan oleh Allah. (lagi…)

gus_taufiqKetika teman-teman kirim SMS “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, telah meninggal KH. Taufiqurrahman fatah” saya spontan menjawab “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un”, sebetulnya bukan karena saya sudah tahu atau bisa menebak kepergiannya, tetapi justru kami kaget dan terasa ada yang “kosong” di dalam jiwa saya saat perjalanan nyambangi beliau di rumah sakit Surabaya.

Beberapa bulan sebelumnya kami saling ber-SMS tentang banyak hal dan sampai sekarang tersimpan rapi menjadi pertemuan “akhir” saya dengan Gus Taufiq. Seperti biasa bahwa kami saling gojlokan sekedar untuk mencairkan persahabatan. Yang paling berkesan dari gurauan “akhir” dengan Gus Taufiq adalah, “Saya sudah tua”, “Doakan cepat sembuh”, “Khoirul umah”, “Ambillah jalan tengah”, (lagi…)

Dukung dan Pilih Cak Ikhsan

H. M. IKHSAN EFFENDI, SE. M.Si

Posko Banjir Pendaftar, Relawan Dites Kesehatan

JOMBANG – Posko pendaftaran mujahidin untuk Palestina yang dibuka oleh Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sejak Sabtu (3/1) mulai dibanjiri pendaftar. Pada Minggu sore kemarin di meja panitia tercatat sekitar 50 orang relawan.

Saat melakukan pendaftaran, relawan yang siap dikirim ke Palestina itu diminta menyerahkan identitas seperti KTP, SIM atau kartu pengenal lainnya. Sebagai tahap awal, para pendaftar tersebut diperiksa kesehatannya. ”Yang pasti sebelum diberangkatkan ke Palestina, para relawan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Jika kesehatannya tidak memenuhi syarat, secara otomatis mereka tidak diperbolehkan berangkat,” kata M Ikhsan Effendi, komandan Banser Jombang saat berada di secretariat pendaftaran Jalan Raya Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang. Dijelaskan, berdasarkan keterangan petugas pemeriksa, terdapat dua relawan yang gagal berangkat karena tak lolos tes kesehatan. Bagi yang lolos tes, kata Ikhsan, relawan tersebut akan segera didaftarkan ke Kantor Imigrasi untuk mendapatkan paspor.

M Syahir, salah satu pendaftar yang lolos tes kesehatan mengatakan, pihaknya sudah siap secara lahir batin unruk berangkat membela bangsa Palestina. Syahir beralasan, apa yang ia lakukan merupakan jihad. ”Sesama muslim adalah satu tubuh, jika saudara muslim di Palestina disakiti kami juga ikut sakit. Untuk itu kami siap membela saudara kami yang teraniaya,” kata warga Kecamatan Mojowarno yang mengaku sudah mendapatkan izin dari keluarga dan kerabatnya itu.

Sementara itu sehari sebelumnya, anggota Banser melakukan isi kekebalan kepada anggotanya. Acara yang digelar sesudah sholat Isya ini bertempat di halaman rumah komandan Banser Jombang, M Ikhsan Effendi di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. ”Tragedi Palestina adalah bencana kemanusiaan. Apalagi yang menjadi korban adalah saudara kita sesama muslim. Jadi sudah menjadi kwajiban bagi Banser untuk melakukan jihad,” kata Ikhsan. (lagi…)

Jagad

Baru saja dunia terpingkal-pingkal menyaksikan peristiwa aneh di tayangan televisi yang diulang berkali-kali pelemparan sepatu wartawan ke arah jidat Bush Presiden Amerika. Muntazer al Zaidi wartawan televisi itu jengkel terhadap kebijaksanaan perang Bush yang telah memorak-porandakan negerinya, Irak.

Respon dunia atas kejadian yang aneh itu bermacam ragam. Dianggaplah si wartawan itu sebagai seorang yang Heroik, di Bagdad sendiri Muntazer disebut sebagai pahlawan Irak. Rakyat Irak berteriak lantang kepada pemerintahannya, bahwa yang dilakukan oleh sang wartawan Muntazer adalah tidak bermaksud mengejek pemerintahan Irak. Sebaliknya lemparan sepatu Muntazer ke “Batukke” Bush malah memantik suka cita warga arab untuk turun ke jalan melemparkan 17 juta pasang sepatu ke arah patung Goerge W. Bush. Bekas sepatu “ajaib” wartawan itu di buru oleh para kolektor Arab, bahkan agniya’ Arab Saudi Mohamad Makhafa menawar 10 juta dollar atau kurang lebih 110 milyar rupiah untuk dijadikan koleksi “sepatu kemuliaan”.

Bagi masyarakat Indonesia, mungkin keanehan yang dilakukan oleh Muntazer sudah sering dirasakan di“aneh”nya kehidupan desa. Mulai ada kambing yang berkaki lima, sapi berkepala dua, sumur yang terus menerus mengeluarkan lumpur, Lia Eden sang “Malaikat Jibril” yang keluar masuk penjara, perampok uang negara yang hidup lenggang kangkung di luar negeri, Napi di rutan yang masih mampu menjalankan bisnis haramnya dengan omzet ratusan milyar, ibu-ibu antri minyak tanah sampai 5 jam, elpiji jadi langka, pupuk subsidi menghilang dan banyak lagi lainnya. Sampai-sampai semua hal yang aneh itu dianggap wajar-wajar saja.

Jungkir balik jagat raya di tahun 2008 diproklamirkan di Amerika. Husen Obama alumni SDN Menteng I Jakarta Pusat menjadi presiden pertama kulit hitam di Amerika dan dinobatkan sebagai “person of the year 2008” oleh Majalah Time. Goergo W. Bush setelah dilempar sepatu ke jidatnya oleh wartawan Irak maka dinobatkan oleh Majalah Time menjadi presiden paling hina di dunia. KH.Mustofa Bisri dalam bukunya “Kompensasi”, menyebut Bush dan kroninya adalah Agresor kata Gus Mus. Negeri para wali (Syech Abd. Qodir, Ma’ruf Karkhiy, Sarriy Sqothy, Junaidi, Abu Hanifah, Hasan Bashory, Robi’ah Adawiyah) nantinya akan menampakkan banyak keanehan yang tidak akan dipahami oleh Goerge W. Bush. (lagi…)

Setelah dihangatkan dengan suasana PilGub Jawa Timur 2008, masyarakat Jawa Timur akan segera disuguhi iklim demokrasi lainnya, yakni PEMILU 2009. Diawali dengan pemilihan ‘wakil rakyat’ yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2009.

Berdasarkan data jumlah pemilih pada PilGub Jawa Timur putaran II baru-baru ini, dinyatakan bahwa jumlah pemilih se jawa timur (DPT) adalah 29,6 juta, jumlah tersebut lebih besar dibanding pada Pilgub putaran I yang hanya 26,3 juta atau 3,3 juta lebih banyak dari Pilgub putaran sebelumnya. (Koran Indonesia, 23/10/2008)

Pemilih di Tuban yang masuk DPT Pilgub putaran II berjumlah 884.072 pemilih. (lagi…)

Tuban – Ribuan petani di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Kabupaten Tuban resah. Pasalnya saat masa pembenihan padi, dalam sepekan pupuk urea langka di 14 desa di 2 kecamatan. Kalaupun ada harga pupuk mencapai Rp 120 ribu per sak.

 Petani menyebar benih/TB Utama (detik.com)

Petani menyebar benih/TB Utama (detik.com)

Daerah sekitar DAS Bengawan Solo yang mulai pembenihan diantaranya di Kecamatan Rengel, Tuban yakni, Desa Ngadirejo, Kanorejo, Sawahan, Tomerto, Sumberrejo, Punggulrejo, Campurejo, Banjararum dan Prambon Wetan.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Plumpang yang saat ini memulai pembenihan diantaranya, Desa Sepat, Kedungrejo, Cangkring, Bandungrejo dan Desa Klotok. Termasuk juga menimpa sejumlah desa di wilayah Kecamatan Widang.”

Demikianlah cuplikan berita yang dimuat dalam situs warta terkemuka detik.com, hal tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah dalam hal ini DPRD kabupaten Tuban perlu segera mengambil langkah kongkrit agar kelangkaan pupuk ini tidak berlarut-larut yang akhirnya akan mematikan potensi daerah yang berupa hasil pertanian. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.