Posko Banjir Pendaftar, Relawan Dites Kesehatan
JOMBANG – Posko pendaftaran mujahidin untuk Palestina yang dibuka oleh Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sejak Sabtu (3/1) mulai dibanjiri pendaftar. Pada Minggu sore kemarin di meja panitia tercatat sekitar 50 orang relawan.
Saat melakukan pendaftaran, relawan yang siap dikirim ke Palestina itu diminta menyerahkan identitas seperti KTP, SIM atau kartu pengenal lainnya. Sebagai tahap awal, para pendaftar tersebut diperiksa kesehatannya. ”Yang pasti sebelum diberangkatkan ke Palestina, para relawan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Jika kesehatannya tidak memenuhi syarat, secara otomatis mereka tidak diperbolehkan berangkat,” kata M Ikhsan Effendi, komandan Banser Jombang saat berada di secretariat pendaftaran Jalan Raya Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang. Dijelaskan, berdasarkan keterangan petugas pemeriksa, terdapat dua relawan yang gagal berangkat karena tak lolos tes kesehatan. Bagi yang lolos tes, kata Ikhsan, relawan tersebut akan segera didaftarkan ke Kantor Imigrasi untuk mendapatkan paspor.
M Syahir, salah satu pendaftar yang lolos tes kesehatan mengatakan, pihaknya sudah siap secara lahir batin unruk berangkat membela bangsa Palestina. Syahir beralasan, apa yang ia lakukan merupakan jihad. ”Sesama muslim adalah satu tubuh, jika saudara muslim di Palestina disakiti kami juga ikut sakit. Untuk itu kami siap membela saudara kami yang teraniaya,” kata warga Kecamatan Mojowarno yang mengaku sudah mendapatkan izin dari keluarga dan kerabatnya itu.
Sementara itu sehari sebelumnya, anggota Banser melakukan isi kekebalan kepada anggotanya. Acara yang digelar sesudah sholat Isya ini bertempat di halaman rumah komandan Banser Jombang, M Ikhsan Effendi di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. ”Tragedi Palestina adalah bencana kemanusiaan. Apalagi yang menjadi korban adalah saudara kita sesama muslim. Jadi sudah menjadi kwajiban bagi Banser untuk melakukan jihad,” kata Ikhsan. Penggemblengan dilakukan oleh Ahmad Said. Sambil berkeliling, Ahmad Said memberikan minum kepada anggota Banser satu per satu. Begitu air putih membasahi tenggorokan anggotanya, Ahmad Said langsung memegang kepala Banser yang ada di depannya sambil mulutnya terus komat-kamit. Sesudah itu, kelompok yang menamakan pasukan berani mati ini langsung melakukan simulasi. Caranya, seorang anggota Banser yang sudah digembleng diberi senjata berupa sangkur. Senjata tajam itu digunakan untuk menyerang salah satu kawannya. Namun belum sampai menyentuh tubuh lawannya, anggota Banser itu sudah terkulai lemas. ”Dengan meminum air ’sakti’ ini insya Allah senjata apapun tak akan bisa menembus kulit kita. Baik itu pedang, belati, bahkan rudal dan peluru tentara Israel sekalipun akan minggir. Namun jangan sampai gemblengan ini disalahgunakan. Ini semua untuk membantu saudara muslim yang ada di Palestina,” kata Said berpesan. Acara pengisian ilmu kebal ini diakhiri dengan pembakaran bendera Israel setelah sebelumnya bendera zionis itu diinjak injak oleh puluhan anggota Banser.
Menurut Ikhsan, sebagai organisasi yang ada di bawah NU (Nahdlatul Ulama) pihaknya masih menunggu izin dari pimpinan. ”Kami segera mengirimkan surat ke PBNU agar bisa difasilitasi untuk berangkat ke Palestina,” kata Ikhsan seusai melakukan penggemblengan kekebalan anggotanya.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) agar diberi kemudahan dalam pengurusan administrasi, semisal paspor. Karena misi yang diemban oleh para Banser adalah misi kemanusiaan.
Lebih jauh Ikhsan menjelaskan, saat ini seluruh anggota banser di Jombang sudah siap baik jasmani dan rohani. ”Hanya tinggal masalah administrasi. Untuk itu kami meminta agar presiden memberi kemudahan dalam pengurusan paspor,” tambahnya. (nk)
Radar Mojokerto – Senin, 5 Januari 2009